Tuesday, July 18, 2006

Kawin Kontrak di Kawasan Puncak

http://kompas.com/kompas-cetak/0607/17/metro/2786778.htm
Marjinalisasi Kaum Perempuan
Kawin Kontrak di Kawasan Puncak

Iwan Santosa

Thailand sudah mulai "malu" dan tidak lagi mengekspose keberadaan kompleks Patpong di Bangkok yang menjadi wisata seks. Sebaliknya, Indonesia yang punya segudang keindahan justru didorong untuk mengeksploitasi keberadaan para janda muda di kawasan Puncak sebagai bagian dari wisata. Ironis!

Saat ini Malaysia dan Singapura kebanjiran wisatawan keluarga dari Timur Tengah yang membelanjakan dollar.

Tentunya Indonesia yang indah dan tidak memiliki dugaan terhadap turis Timur Tengah pascaserangan bom New York 9/11 dapat memanfaatkan peluang ini, tanpa perlu mengeksploitasi kaum perempuan.

Namun, fakta berbicara lain. Alih-alih kebanjiran wisatawan baik-baik, yang muncul justru eksploitasi perempuan yang kini malah mendapat "angin segar" gurauan salah seorang petinggi negeri ini.

Berdasarkan penelusuran, di jalur Puncak, Jawa Barat, deretan wartel, money changer, minimarket, restoran yang menggunakan reklame berbahasa Arab terlihat berderet selepas simpang Taman Safari Indonesia.

read more...

9 comments:

Tina Kartahadimadja said...

weleh...weleh....parah...

Arie Parikesit said...

itu sudah ada sejak tahun 90 an awal kok, cuman jadi makin tenar gara2 si kalla

*♥ d!@n ♥* said...

Irene amit2 ja, banyak juga Om-om senang disana

Irene Barus-Henuhili said...

banyak mbak... kebetulan yg lagi diekspos itu om2 senang dari arab yang suka plezier di puncak

*♥ d!@n ♥* said...

Ha.. ha.. ha... ngeri!

dinar liebe said...

oh gitu toh? saya juga baru tau di Puncak ada gituan... masya alah

hadi pramono said...

Wah....ternyata sok alim di negri sendiri, ancur di luaran !

Andre Pelenkahu said...

[pila] [pila] .... :-"

2011 1986 said...

DD