Showing posts with label air asia. Show all posts
Showing posts with label air asia. Show all posts

Wednesday, October 4, 2017

Bermalam di Grandis Hotels & Resorts, Kota Kinabalu

Malam itu kami tiba di KK hampir tengah malam. Setelah transit di Kuching selama 6 jam lalu lanjut terbang lagi ke KK, rasanya badan lemah letih lesu (dikata iklan apaaaa? hahaha.....). Makanya minum vitamin dong! 

Dari Kota Kinabalu International Airport kami langsung diantar menuju Grandis Hotels & Resorts untuk beristirahat. Grandis Hotels & Resorts atau singkatnya kita sebut Hotel Grandis aja ya, jaraknya dekat banget dari airport, kurang lebih sekitar 15 menit saja. Begitu tiba, kami langsung disambut oleh frontliner dari Hotel Grandis dan tidak lupa untuk berfoto dulu doooong.


Karena jumlah ceweknya ganjil alias 5 orang, maka saya sekamar bertiga dengan mbak Evi dan Levi. Sementara Dyah & Multi sekamar berdua. Ini kayaknya pembagian kamar berdasarkan usia yeeee maklum yang bertiga ini udah emak-emak semua. Kami dapat kamar nomor 1225 alias di lantai 12. Tinggi banget ya booook, secara kamar paling atas itu lantai 12 dan di atasnya masih ada lantai Rooftop.

Nyampe kamar langsung naro koper, ngga lupa photo2 kamar dulu dong sekalian bikin video room tour. Karena perut udah lapar banget kami pesan makanan dari room service. Kepengen makan yang hangat dan berkuah, saya mesen wonton noodle yang pas datang porsinya geday banget. Daripada ngga bisa tidur karena kelaparan, ya udah sikat aja lah ya. Diet starts tomorrow hahaha.....

Pas lagi nunggu makanan datang, ada insiden di kamar kami. Jadi ceritanya mbak Evi kan mau nyolok kabelnya ke stop kontak, tiba-tiba aliran listrik di kamar kami padam. O ooowwww.... ngeri-ngeri sedap. Saya telepon ke operator supaya mereka kirim orang engineering untuk periksa listrik di kamar kami. Ngga lama datanglah tu orang engineering ke kamar dan periksa listriknya. Setelah dia periksa, dicoba lagi deh tu kabelnya mbak Evi ke stop kontak. Ndilalah jebret lagi booooook..... Selidik punya selidik kayaknya kabelnya mbak Evi korslet sehingga aliran listrik jadi padam. Orang engineeringnya bilang kalau dia mau perbaiki kabel mbak Evi dulu nanti dia balik lagi. Ngga lama dia datang lagi ke kamar pas kita udah kelar makan. Dia bilang kabelnya udah dia perbaiki dan dicoba untuk dicolok ke stop kontak. Horeeeeeee listriknya ngga padam lagi. Aduh kece banget emang nih Hotel Grandis, tengah malam gitu orang engineeringnya sigap bener. Lagian juga kita takut kalau tiba-tiba korslet trus kebakaran. Masa iya baru juga nyampe udah bikin kehebohan hahaha.... 

Mau cerita dikit nih ya soal kamar di Hotel Grandis yang gedaaaaay banget. Jadi kan karena kita sekamar bertiga, dikasinya kamar yang tipe Deluxe Family Room. Luas ruangannya itu 46 m2, bisa guling-gulingan sesuka hati. Ada 2 bed single dan 1 queen bed, sofa, meja berisi welcome fruit, meja kerja, televisi layar datar, water kettle, air minum kemasan sebanyak 4 botol, kulkas mini, safe deposit box, hair dryer dan gongnya adalah ada setrika dan papannya. Wiiiiiiiiiihhhhh yang kenal saya pasti tau banget kalau saya tuh kalau traveling bawa setrika mini. Soalnya saya paling ngga suka pake baju yang kusut. Jadi begitu tau kalau di kamar ada setrika beserta papannya, saya sungguh bahagia hahaha *lebayatun* Tau gitu kan saya ngga usah bawa setrika mini, menuh-menuhin koper aja. 




Moving on ke kamar mandi, karena kamar ini tipe yang Deluxe Family Room, maka ada bathtubnya *jogetpisang* Ketika malam ketiga dan keempat saya menyempatkan diri berendam karena badan udah capek banget. Lumayan air hangat dan epsom salt yang saya beli di supermarket dekat hotel cukup membuat badan rileks. Handuk yang disediakan juga bersih dan wangi, amenities yang disediakan juga lengkap mulai dari sabun, shampoo, conditioner, sikat gigi, odol, shaving kit, shower cap. Pokoknya ngga usah takut ngga bisa mandi kalau misalnya lupa bawa alat mandi sendiri.

Besoknya kita bangun agak pagi sekitar pukul 06.00 karena di jadwal aktivitas akan dimulai pada pukul 08.00. Karena penghuni kamar ada 3 orang jadi musti nunggu giliran mandi. Untungnya mbak Evi & Levi mandinya ngga lama. Pukul 07.00 kita sudah kelar mandi dan dandan, siap untuk ngisi perut alias sarapan.

Sarapan di Hotel Grandis disediakan di Rosea Cafe yang terletak di lantai 1. Menu sarapan di Rosea Cafe sangat beragam mulai dari salad, buah segar, aneka roti dan kue bahkan ada kue tradisional Malaysia, dim sum, bubur, roti canai, aneka mie, kwetiaw dan bihun, menu buffetnya pun lengkap. Malahan nih ya karena banyak tamu-tamu dari Korea, Rosea Cafe juga menyediakan menu kimchi untuk sarapan. Juara banget ngga tuuuuuh?

Kalau saya sendiri sih biasanya memulai sarapan pagi dengan makan buah terlebih dahulu. Anak food combining banget ngga sih. Dan yang bikin seneng di sini buahnya ngga monoton. Kadang males kan kalau menu sarapan di hotel buahnya 4L alias loe lagi loe lagi, kalo ngga semangka, pepaya atau melon. Nah di Hotel Grandis kemarin itu sempat menyediakan buah jeruk bali alias pomelo pada menu sarapannya. Duh, jeruk bali itu buah favorit saya, saking doyannya bisa lho saya ngabisin satu bulat buah jeruk bali sendirian. Tapi kemarin ya ngga makan sampai 1 buah bulat gitu juga lah yaaaaaaa. Pokoknya kalau misalnya kamu vegetarian atau food combining, ngga usah takut bakal susah makan di sini karena banyak menu yang vegetarian friendly.

Kelar makan buah, baru saya lanjut protein seperti scrambled eggs yang dipadu dengan menu sayur. Salah satu menu favorit para blogger di Rosea Cafe ini adalah siomay dari dim sum stall. Dan memang beneran enak! Si Dyah aja hampir tiap pagi sarapan siomay ini hahaha *lirik Dyah*


Kami juga berkesempatan untuk menikmati menu makan malam di Hotel Grandis pada malam keempat. Seusai acara kunjungan ke beberapa rumah sakit, kami kembali ke hotel lebih awal dari biasanya dan malam itu acara bebas. Beberapa teman memutuskan untuk jalan-jalan ke Suria Sabah Shopping Mall. Nah saya belum cerita ya kalau Hotel Grandis ini lokasinya kece banget karena bersebelahan dengan Suria Sabah Shopping Mall. Bukan cuma bersebelahan, tapi ada pintu akses dari hotel ke mal. Jadi kalau mau jalan-jalan ke mal ngga usah ribet muter keluar hotel, tapi kita bisa lewat pintu khusus yang berada di lantai 1. Pas banget kan posisi pintu selantai dengan Rosea Cafe, jadi kelar sarapan atau makan malam bisa langsung cussss ke mal.

Menu makan malam juga tidak kalau bervariasi dengan menu sarapan. Semuanya lengkap mulai dari starter, main course sampai dessert. Saya sendiri mencoba menu pasta karena tampilannya menggiurkan. Pilihan malam itu jatuh pada spaghetti bolognaise. Sebelum mencicip pasta, saya juga sempat mencoba Thai vermicelli salad yang nikmat dan seger banget sampe-sampe saya nambah dua kali *ogahrugidotcom*


Acara makan malam saya tutup dengan menikmati ice cream. Surprise banget karena ada counter ice cream dan bisa ambil sepuasnya sendiri. Wohoooooo kayaknya ngga ada yang lebih indah selain mengakhiri hari dengan makan ice cream, ya ngga????

Selain Rosea Cafe, Hotel Grandis juga memiliki Piano Lounge bagi yang mau bersantai sambil menikmati makanan dan minuman ringan sambil mendengarkan alunan musik piano yang lembut. Dan gongnya adalah di Hotel Grandis ada Rooftop dimana terdapat kolam renang dan Sky Blu Bar. Aseli tempatnya asik banget buat nongkrong cantik sore-sore sambil lihat sunset. Sayang banget saya ngga sempat nongkrong di sini padahal hakul yakin deh kalau nongkrong rame-rame pasti seru banget buat photo-photo *tetep*. Mudah-mudahan suatu hari bisa nginep di sini lagi karena pengen banget ke Sky Blu Bar pas lagi sunset.

Buat yang penasaran, cusss aja langsung booking tiket naik Air Asia ke Kota Kinabalu dan booking kamar di Hotel Grandis

Grandis Hotels and Resorts
Suria Sabah Shopping Mall,
1A, Jalan Tun Fuad Stephens,
88000, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia
Tel    : +60 88 522 888
Email : info@hotelgrandis.com

Tuesday, October 3, 2017

Menjejakkan kaki di Kota Kinabalu

Pertengahan bulan September yang lalu saya mendapatkan undangan dari Air Asia dan Sabah Tourism Board untuk berkunjung ke Sabah, salah satu negara bagian Malaysia. Sabah terletak di ujung pulau Borneo dan mempunyai ibukota bernama Kota Kinabalu.  Saya tidak pergi sendiri melainkan bersama 10 (sepuluh) orang blogger dari Pontianak, Singkawang, Jakarta, Banten dan Lampung. Mereka adalah:

  1. Dodon Jerry
  2. Evi Indrawanto
  3. Salman Faris
  4. Indra Pradya
  5. Petrus Andre
  6. Mardhiyah Harahap
  7. Multi Siahaan
  8. Teguh Hariyadi
  9. Ero Pradolly
  10. Aseanty Pahlevi


Minggu, 17 September kami berkumpul di bandara Supadio Pontianak untuk bertolak ke Kuching. Pesawat dijadwalkan pukul 12.10 WIB. Saya baru pertama kali bertemu dengan para blogger ini, kami pun berkenalan dan suasana cepat sekali menjadi akrab karena sebelumnya kami sering berkomunikasi di WhatsApp Group.

Sambil menunggu waktu untuk naik pesawat, Dyah pun membagikan kaos seragam yang akan kami pakai selama di Sabah. Tak lama panggilan untuk naik pesawat pun diumumkan dan kami segera bersiap-siap. Dan yang namanya blogger ya wajib mengabadikan momen-momen ini dengan membuat video maupun photo, termasuk saya.


Penerbangan AK 1029 pada hari itu berangkat lebih awal dari jadwal ETD 12.10. Tepat pukul 11.53 WIB, pesawat dengan kode registrasi 9M-AQI lepas landas dari Bandara Internasional Supadio Pontianak.


Siang itu saya mendapat tempat duduk di nomor 26F bersama mbak Evi & Salman. Kami sempat berbincang-bincang sebentar sebelum mbak Evi & Salman akhirnya terlelap. Mereka berdua kebetulan tiba di Pontianak tadi pagi dan pastinya capek banget. Makanya mereka ngga menyia-nyiakan waktu untuk bisa memejamkan mata sebentar saja. Dan beneran memang sebentar karena penerbangan Pontianak - Kuching itu singkat sekali, tidak sampai 1 jam.

Rasa-rasanya pramugari dan pramugara baru saja menawarkan makanan & minuman ringan kepada para penumpang, eh tau-tau ada pengumuman kalau pesawat akan segera mendarat. Di jadwal ETA pukul 13.50 dan pesawat kami tiba di Kuching International Airport tepat pukul 13.39 waktu setempat. Waw, keren banget deh Air Asia udah berangkatnya on time, terus sampainya juga cepet banget. Total perjalanan dari Pontianak ke Kuching itu 46 menit saja. 

Puji Tuhan kami mendarat dengan selamat di Kuching dan segera menuju ke imigrasi lalu mengambil bagasi. Siang itu cuaca cerah menyambut kedatangan kami di Kuching. Setelah urusan imigrasi dan bagasi beres, kami segera menuju ke counter yang menjual sim card. Namanya blogger & influencer ngga bisa hidup tanpa internet hahaha, jadi langsung cussss beli sim card yang menawarkan paket internet dengan kuota paling besar.




Sayang belum ada penerbangan langsung dari Pontianak ke Kota Kinabalu sehingga kami harus transit selama 6 jam di Kuching untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Kota Kinabalu. 

Penerbangan dari Kuching ke Kota Kinabalu dijadwalkan pukul 20.35. Selesai check in dan baggage drop, kami menuju ke boarding gate. Nah karena Kuching berada di negara bagian  Sarawak dan Kota Kinabalu berada di negara bagian Sabah, maka kami harus melewati counter imigrasi padahal ini adalah penerbangan domestik.

Saya mendapatkan giliran pertama di counter imigrasi dan sempat tertahan karena petugas imigrasi kali ini lebih ketat. Dia menanyakan berapa hari saya akan berada di Sabah dan meminta saya untuk menunjukkan tiket pulang. Lalu saya tunjukkan bookingan tiket di handphone dan dia sempat tidak mau berkompromi. Ngga lama, mbak Evi bisa melewati imigrasi dan saya bilang kalau saya satu rombongan dengan dia. Saya jelaskan juga kalau kami diundang oleh Sabah Tourism Board. Akhirnya petugas imigrasi tersebut meloloskan saya juga. Tenang saja makcik, kami punya niat baik kok berkunjung ke Sabah. Apa jangan-jangan muka saya ada potongan calon TKI ilegal hehehe...

Malam itu penumpang rute Kuching - Kota Kinabalu cukup ramai, kursi di ruang tunggu penuh namun kami semua beruntung mendapatkan tempat duduk. Tak lama panggilan untuk boarding pun tiba. Kami semua bergegas untuk berbaris dan masuk pesawat. Tampak muka-muka lelah dan ngantuk hahaha pada ngga sabar untuk segera duduk di pesawat dan istirahat alias tidur. Di satu sisi, hati kami senang dan ingin cepat tiba di Sabah. 

Pukul 20.49 waktu setempat, ya telat 14 menit gapapa lah ya, pesawat Air Asia AK 6358 dengan nomor registrasi yang sama 9M-AQI lepas landas dari Kuching International Airport. Kali ini saya duduk bersebelahan dengan Andre yang ternyata satu kantor dengan my ex-colleague waktu di Jakarta, yaitu Esty. Sempat ngegosipin Esty sama si Andre, maap ya Toy kita ngomongin elu hahaha. Ngga lama abis itu, kita berdua mulai merem karena badan ngga bisa bohong, capek booooo...

Walaupun tadi pesawat lepas landas telat 14 menit dari ETD, pesawat kami mendarat tepat waktu di Kota Kinabalu International Airport pukul 22.05 sesuai dengan ETA.

Kami pun lekas-lekas menuju counter imigrasi (lagi) dan kali ini ngga ditanyain macem-macem, pheeeeewwww..... Selesai urusan imigrasi, lanjut ke tempat pengambilan bagasi. Puji Tuhan semua bagasi kami tiba di Kota Kinabalu dengan selamat tanpa ada yang hilang atau rusak.

Di Kota Kinabalu International Airport kami dijemput oleh Air Asia & Sabah Tourism Board. Surprise-suprise, kami disambut dengan pengalungan Vinusak. Vinusak adalah kalung buatan tangan wanita suku Rungus, salah satu suku di Sabah. Vinusak berarti sejenis bunga penawar racun, simbol kehidupan dan salah satu cara untuk mengucapkan selamat datang kepada para tamu dan mendoakan supaya selalu sehat dan mendapat keberuntungan.


Kami juga menyempatkan foto bersama di Kota Kinabalu Airport dengan banner Indonesian Blogger Goes to Sabah hehehe.....

Karena kami tiba di Sabah sudah larut malam maka kami segera menuju ke bus untuk kemudian diantar ke hotel. Sepanjang perjalanan dari airport ke hotel, kami dipandu oleh Latifah dari Air Asia. Latifah menceritakan bahwa Kota Kinabalu atau biasa disebut KK ini sebagian besar adalah hasil dari reklamasi. Kami terkagum-kagum melihat pembangunan yang modern dan pesat di KK. Terlihat banyak bangunan megah berdiri di sepanjang jalan. Kira-kira kalau nanti Jakarta jadi reklamasi apakah bisa seperti KK? Nobody knows hehehe...

Perjalanan dari airport ke hotel cukup singkat sekitar 15 menit. Selama di KK kami menginap di Grandis Hotels & Resorts yang letaknya bersebelahan dengan Suria Sabah Shopping Mall. Wohooooooo......cihuy banget kan?? 


Karena hari sudah larut sekali, maka kami segera check in & ngga sabar untuk beristirahat. Tapi baru inget kalau kami belum makan malam, waduuuuuuh..... perut udah keroncongan. Malam itu kami diberikan room service untuk memesan makanan & minuman dari Grandis Hotels & Resorts. Thank you so much Sabah Tourism Board, tau aja kalau kita ngga bisa tidur kalau perut kelaparan.

Malam itu kami tidur dengan perasaan senang, gembira, perut kenyang dan tentunya excited untuk memulai petualangan kami di Sabah selama 5 hari.